Ramiel Yusmar memarkirkan mobil tepat di depan rumah seseorang yang sama sekali tidak tahu kalau ia akan datang menemui mereka. Ramiel menarik napas beberapa kali untuk menenangkan diri.Entah kenapa ia merasa gugup. Cassie Ardana – putri pemilik rumah tersebut adalah gadis yang tidak tertebak. Kemungkinan ia diusir sama besarnya dengan kemungkinan ia dibiarkan masuk karena kasihan. Lalu mungkin saja di antara kedua opsi itu. Ramiel sekali lagi menarik napas panjang untuk menangkan diri. Ia keluar dari mobil. Sekali lagi memeriksa pantulan dirinya dari spion mobil. Untungnya ia masih punya pakaian kasual bersih yang bisa ia pakai menemui “calon mertuanya.” Pikiran itu membuatnya tersenyum kecut. Apalagi setelah semalam ia menghabiskan waktu berbincang dengan abang Cassie tanpa sepengeta

