Butuh waktu untuk Ramiel Yusmar untuk membuat dirinya tenang yang untung saja ia lakukan dalam keadaan diam. Partner- Cassie. Aksa Bakti itu memilih untuk membiarkan bosnya itu tetap berada di tempatnya selama ia mondar-mandir membersihkan ruang bakery dan mencatat pembukuan hariannya. Hanya ada suara dengung kulkas yang terdengar di antara mereka sebelum seseorang mengetuk pintu ruang bakery dan muncul kepala barista shift malam di sana. Tampak ragu-ragu setelah menatap wajah keduanya bergantian, “Mbak Cassie masih ada di smoking area. Tidak menjawab apapun ketika saya mencoba untuk mengajaknya bicara. ” Ramiel bertukar pandang dengan Aksa sejenak sebelum berjalan ke arah pintu Melewati sang barista untuk melihat Cassie yang ternyata benar di sana. Memunggungi pintu masuk dengan jaket

