Keesokan harinya Cassie Ardana terbangun ketika ia merasakan hawa panas yang membuat sekujur tubuhnya panas. Gadis itu mengerang pelan, matanya mengerjap-ngerjap menyesuaikan diri dengan keadaan sekitar. Perlahan ia bangkit setengah berbaring untuk mencari ponselnya yang ia letakkan di atas meja ruang tamu rendah di depannya. Semalam tentu saja tidak bisa dilewatkan begitu saja tanpa drama. Hanya ada kamar di apartemen itu dan salah satunya dipakai Ramiel untuk menyimpan kardus-kardus barang yang belum ia benahi. Ramiel menyuruhnya tidur di kamar beranjang dan Cassie sendiri ngeri membayangkan ia berada di kamar asing itu langsung menolaknya dengan tegas. Pertengkaran itu berlangsung sangat sengit sebelum akhirnya Ramiel yang “mengalah” dengan membanting pintu tepat di wajah Cassie. Well

