Keysa Setelah menolak perasaan Vano, dia menarik tangan gue menuju lapangan basket untuk melihatnya bertanding. Dan dalam pertandingan kali ini, Dava tidak dapat ikut serta karena tangannya sedang terluka. Gue melihat Vano bermain dengan sangat hebat. Walaupun lawannya cukup tangguh dan Dava tidak ikut serta bertanding, tapi mereka masih bisa mengalahkan tim lawan. Gue sebenarnya tidak tega untuk menolak Vano. Gue punya alasan tersendiri, karena itu gue menolak perasaannya. Dia memang pria idaman semua cewek, tapi gue benar-benar tidak bisa menerimanya saat ini. Saat asik-asiknya melihat wajah tampan Vano yang sedang berlari kesan sini dalam keadaan berkeringat. Tiba-tiba ada beberapa orang yang memeluk gue dari kiri, kanan dan belakang. Gue terkejut dan kemudian juga

