23

960 Kata

Andaikan kita dapat memilih kehidupan mana yang kita inginkan, pastilah semuanya akan berjalan sesuai keinginan kita sebagai manusia. Sayangnya, apa yang ditakdirkan tak dapat dihindari dan apa yang terjadi tidak dapat diubah. Sama seperti dengan berita yang baru saja terdengar di telinga Marcella dari Oli. Arvin kecelakaan! Dua kata yang menjadi panjang di telinga Marcella karena terus bergema di dalam kepalanya. Seluruh tubuhnya lemas dalam hitungan detik. Jantungnya berdebar-debar seakan hendak keluar dari dalam dadanya. Gemetar menguasai kedua tangannya. Ya Tuhan! Selamatkan Arvin! Doa Marcella dalam hati. "Ada apa Mar? Kau tampak tidak baik-baik saja," tanya Ramdan memecah keheningan setelah untuk beberapa menit membiarkan Marcella menguasai emosinya. Dimajukan tubuhnya dan berjon

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN