24

655 Kata

Sedikit takut jika pendengarannya hanyalah sebuah kesalahan, perlahan ia mengangkat wajahnya. Detik berikutnya kedua manik cokelatnya bertemu dengan sepasang mata beriris cokelat yang sedang balas memandangnya. Sebelah sudut bibirnya naik ke atas. Tanpa diduga, Marcella mencubit sebelah tangannya dan saat itulah sebuah pekikan lolos dari bibirnya. "Apa yang sedang kamu lakukan?" tanya suara berat di hadapannya. "Memastikan jika semua ini bukanlah mimpi," jawab Marcella cepat. "Semua ini nyata. I'm alive and i live for you." "Ta-tapi tadi ka-kamu..." Bahkan rasanya bibir Marcella tak mampu meneruskan ucapannya. "Maaf... telah membohongimu," sesal Arvin yang langsung mendapatkan pukulan di atas dadanya. "Tega...kamu tega bohongi aku," omel Marcella di sela-sela air mata yang kembali

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN