Pada senin malam, suasana di dalam rumah Krystal nampak sepi dan tenang. Tak ada suara, bahkan seakan tak ada kehidupan. Di dalam kamar yang sederhana dan kecil itu, Krystal sedang duduk di kursi dengan kepala dan separuh tubuh berbaring di ranjang. Di atas ranjang, Dio sedang berbaring dalam tidurnya dengan dahi yang dikompres. Tok! Tok! Tok! Ada ketukan dari pintu depan dan Krystal segera terbangun dengan kepala yang agak pening dan mata panas. Ia menguap, menekan kompres putih yang menempel di Dio dan merasakan bahwa demamnya sudah menurun kembali. Sejak hari minggu kemarin, Dio demam dan Krystal hanya mengurusnya di rumah karena kondisi demamnya sering turun dan kembali naik jika malam. Wajahnya terlihat lelah dan kurang tidur, rambut panjangnya terlihat kusut dan berantakan. Ia kelu
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


