Fara berdecak ketika Liam tak kunjung keluar dari kamarnya. “Liam! Kamu sebenarnya sedang apa di sana? Pakai baju saja harus selama itu? Ini sudah super telat, Liam!” “Tenang saja, Sayang. Bonusmu tidak akan aku potong karena telat hari ini.” “Aku telat juga karena kamu! Kalau kamu potong, aku akan protes!” dengkus Fara, “sekarang cepat keluar, aku saja belum pakai bedak, belum siap-siap! Laki-laki kok lama sekali cuma pakai baju, doang.” “Sabar, Cantik. Jangan buat aku gemas, aku sumpal bibirmu keluar.” Fara berdecak, ia kembali fokus kepada layar laptop. “Padahal pekerjaanku sangat banyak hari ini. Dia malah membuatku terlambat, dan harus diangsur di apartemen. Nanti kalau pekerjaanku tidak siap, dia juga yang mengomeliku,” gerutunya. “Kamu sangat suka menggerutu, ya?” Liam baru saj

