“Saya turun di sini saja, Pak.” Fara berbicara kepada sopir pribadi Liam. “Lanjut saja,” cetus Liam. Fara mendelik. “Aku tidak ingin membuat gosip baru, Liam. Turunkan aku di sini, aku tidak ingin turun di lobi.” Fara kembali menatap sopir di depan sana. “Saya turun di sini saja, Pak. Hentikan mobilnya di depan.” “Lanjut,” timpal Liam santai. Sopir itu tentu saja dibuat bingung. Di satu sisi ia tak enak kepada Fara, tetapi di sisi lain ia pun harus mengikuti perintah Liam sebagai atasannya. “Liam, kamu sengaja ingin memberiku masalah selama di kantor, ya? Kamu senang aku dirundung oleh karyawan lain karena disangka sudah menggoda CEO? Kamu senang dengan itu?” Pergerakan tangan Liam yang sedang mengecek dokumen, terhenti ketika mendengar lontaran yang terujar dari mulut Fara. Ia menga

