“Aku akui, aku salah karena tidak mencari tahu semua ini sedari dulu, tapi aku benar-benar tidak pernah berkhianat. Kamu bukan ‘lah mainan, kamu bukan pengganti. Sedari dulu sampai sekarang, kamu satu-satunya wanita yang ada di hatiku, tidak ada siapa pun lagi. Masalah pelukan itu, tidak seperti kamu yang bayangkan. Kamu melihatnya sekilas saja, lalu langsung pergi. Aku punya videonya, kamu bisa lihat sendiri adegan saat itu secara full, tidak sepotong-sepotong. Aku sempat menolak saat itu, dan aku juga berusaha melepaskan pelukannya, tapi karna dia kelas kepala, aku akhirnya mendorongnya. Kamu mau lihat dulu ‘kan? Aku ada videonya di sini.” Fara menatap tablet yang diangkat oleh Liam. Ia diam dengan berbagai kekacauan dalam benaknya. Setelah mendengar penjelasan Liam, Fara seakan mendapa

