Liam memperhatikan kondisi apartemen Fara yang begitu mungil, hanya ada 1 kamar dengan ruangan tamu kecil dan sempit. “Kamu sudah pindah dari kapan?” Fara duduk di sofa kecil di ruangan tamu itu. Entah ‘lah, itu bisa disebut ruang tamu atau ruangan santai yang memang hanya ada 1 bagian, menyahut dengan dapur mungil di belakangnya. “Langsung saja, aku beri kamu waktu 10 menit.” Fara tak menyahut pertanyaan Liam, ia ingin segera menyelesaikan pembahasan masalalu mereka. “Setelah ini, jangan bahas apa pun lagi tentang masalalu.” Liam menoleh, ia ikut duduk di samping Fara. Kursi itu kecil, sehingga mereka duduk dengan kondisi sempit-sempitan. “Dulu saat kuliah, kamu tinggal di apartemen yang lebih baik dari pada ini. Apa yang terjadi? Bukannya kamu sudah bekerja 5 tahun, dan gaji sekretari

