Fara masih terngiang-ngiang kalimat Liam tadi. “Aku gila karena kamu, Fara Shamira.” Fara memejamkan mata, mencoba tenang dan tak terus mengingat-ingat kata-kata itu. “Harusnya aku yang bilang itu padanya, ‘kan? Kenapa malah dia yang mengatakan itu. Selama ini dia membuat hidupku seperti tidak tenang. Sekarang, setelah aku hampir bisa melupakannya, dia malah tiba-tiba hadir di depanku. Gilanya, malah jadi atasanku,” batin Fara. Fara merasa dirinya seakan dipermainkan oleh takdir. Sudah 7 tahun lamanya ia berusaha melupakan semua hal tentang Liam, jatuh-bangun merasakan sakit, luka, rindu dan berbagai hal di hatinya untuk sang mantan kekasih. Hingga akhir-akhir ini setelah perjuangan selama 7 tahun, Fara hampir bisa melupakannya dan hanya fokus pada dirinya sendiri, Liam malah tiba-tiba

