Suara serak Liam langsung menarik Fara ke alam sadar. Ia terpaku ketika menyadari aksi gilanya. “Apa yang kamu lakukan, Fara? Apa kamu gila?” pekik Fara dalam hati. Baru saja Fara berniat menarik tangannya dari area leher Liam, tangan kekar Liam lebih dulu menahan pergelangan tangan gadis itu. Fara mematung, ia meneguk ludahnya perlahan, mencoba tetap tenang supaya Liam tak semakin terpancing. “Aku minta maaf, itu—ekhm, aku akan pasang dasinya sekarang.” “Kamu sudah memancingnya, jadi harus bertanggung jawab dulu, Sayang,” bisik Liam tepat di depan wajah Fara. “A-aku ....” “Sttt.” Liam meletakkan jari telunjukannya di depan bibir Fara. Manik coklat muda itu menatap intens mata bulat Fara. “Fara, aku sungguh merindukanmu. Sangat-sangat merindukan kamu.” Fara membatu mendengar bisikan

