24. Hinaan

1234 Kata

“Kak Liam? Kamu benar-benar lebih memilih dia dibandingkan hubungan baik dengan keluarga Diktaya? Hanya karena dia, Kakak rela musuhan sama keluarga besar Diktaya?” Tangan Gracella terkepal, matanya menajam menatap Fara. “Tidak, dia hanya sedang bercanda, Nona Diktaya. Saya yang akan keluar dari sini, kalian bicara ‘lah.” Fara mencoba melepaskan pegangan tangan Liam. “Tidak! Kamu tetap di sini.” Liam menahan Fara yang berniat melepaskan diri. “Kamu pulang ‘lah, Gracella. Jangan membuat masalah di sini. Ini kantor, bukan tempat bermain.” “Aku datang ke sini untuk menemui, Kak! Ternyata dia malah menggodamu, dan sekarang kamu malah memarahiku. Harusnya dia yang kamu kasih pelajaran dan penekanan. Apa kamu sudah lupa kalau dia yang menyelingkuhi kamu dan—” “Cukup, Gracella.” Liam menukas

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN