Liam mengerutkan kening ketika tak melihat Fara di meja kerjanya. Ia melangkah ke arah ruangan Bayu, untuk bertanya keberadaan sang pemilik hati. “Mana Fara?” Bayu sempat terkejut oleh suara berat Liam yang datang tiba-tiba. “Anda mengagetkan saya saja, Pak CEO. Selalu aja datang tiba-tiba seperti setan.” “Mana Fara?” Liam kembali mengulangi pertanyaannya. Bayu mendengkus malas. “Apa Anda tidak lihat jam berapa sekarang, Pak CEO yang super rajin? Ini sudah jam lima lewat, bahkan hampir jam setengah enam. Tentu saja Mbak Fara sudah pulang dari tadi.” Liam tak sadar akan hal itu. Ia menatap jam tangannya. “Kenapa dia tidak memberitahuku dulu sebelum pulang? Sebagai sekretaris, harusnya dia melapor padaku setiap akan pulang.” “Dia titip pesan padaku tadi.” Liam mendelik. “Kenapa padamu?

