26. Apa Bisa?

1088 Kata

“Sayang—aku mau cium.” Fara melotot ketika Liam tiba-tiba nyosor ke arahnya. Dengan sigap Fara mendorong wajah Liam yang sedang memancungkan bibir, siap untuk menciuminya. “Liam, sadar ‘lah!” Fara menggerutu kesal. Ia melirik ke ujung lorong, Bayu sudah berhasil masuk ke dalam lift. “Ck, kenapa dia antar ke sini, sih? Aku ini sekretaris, bukan pembantunya. Harusnya dia yang merupakan asisten pribadi ‘lah yang mengurus CEO angkuh ini.” Meski kesal, Fara dengan terpaksa membawa tubuh Liam ke dalam apartemennya. Fara kesulitan merangkul Liam yang setengah sadar. “Aduh, berat sekali.” Fara menggerutu di setiap langkahnya. “Seumur-umur jadi sekretaris, baru ini harus mengurus atasan mabuk seperti ini. Awas saja kalau besok tidak benar-benar diberi bonus 10 juta!” Fara melotot ketika Liam t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN