Tiga puluh menit terasa lama bagi Liam, karena ia terus memperhatikan pergerakan jarum jam. Ia tak sabar menunggu Fara siuman. Sedari tadi perhatian Liam tak lepas dari wajah Fara yang sedikit pucat. Pria itu tak sabar kedua kelopak mata sang mantan kekasih terbuka. Bahkan Liam sampai menunda waktu makan siangnya demi wanita cantik yang hingga saat ini masih menempati tahta tertinggi di hatinya. Sekuat apa pun Liam berusaha menekan rasa itu, mencoba berkelahi dengan perasaannya, tetap saja egonya kalah. Apalagi saat kondisi seperti ini, Liam langsung lemah tak berdaya melihat ratu hatinya terbaring tak sadarkan diri di ranjang rumah sakit. “Kenapa masih belum bangun? Katanya tiga puluh menit dia pasti bangun, ini masih belum ada tanda-tanda dia bangun,” gerutu Liam mulai kesal dan gelis

