“Hah?” Bayu tergopoh-gopoh keluar dari ruangannya. Ia bingung memperhatikan Liam melangkah cepat sembari menggendong tubuh Fara ala bridal style. “Astaga, kamu apakan Mbak Fara sampai dia pingsan begitu, Liam?” “Tidak usah banyak bicara, bang-sat! Cepat suruh orang siap mobil di bawah!” geram Liam cemas. “O-oh, iya-iya.” Bayu segera menghubungi sopir pribadi Liam, lalu berjalan cepat mengikuti Liam dari belakang. “Makanya kamu jangan terlalu galak dan jangan terlalu jahat sama bawahan, Liam. Jadinya begini, kasihan sekali. Baru hari kedua bekerja, sudah dibuat pingsan sama atasan sendiri.” “Memangnya aku apakan dia? Aku bahkan hanya memintanya makan siang bersama.” Bayu melongo. “Apa? Kamu mengajaknya makan siang bersama?” “Tidak usah banyak bicara, bodoh! Cepat pencet tombolnya.” Ba

