“Cepat ‘lah.” “Tunggu dulu.” Fara menoleh ke samping, menatap Bayu yang sedang sibuk bekerja. “Sebaiknya kita ajak juga Pak Bayu makan siang bersama, Tuan.” Mata Liam memicing. Ekspresinya tampak semakin kesal mendengar kalimat Fara. Padahal Liam sudah susah payah berusaha memisahkan mereka, membuat Liam sibuk dengan kerja supaya tak terus mendekati Fara. Sekarang Fara malah menambah kekesalan Liam, dengan berniat mengajak Bayu makan siang bersama. Kalau begitu, sia-sia saja usaha Liam, karena selain ingin memisahkan Bayu dengan Fara, Liam juga ingin makan berduaan saja dengan Fara. “Apa kamu begitu menyukainya? Sampai untuk makan siang begini pun kamu ingin mengajaknya? Dia sibuk, dia tidak boleh ke mana-mana,” cetus Liam datar—menyamarkan kekesalannya. “Tapi ini ‘kan jam istirahat,

