Mata Fara membulat sempurna. Bola mata itu seakan hampir melompat keluar dari sarangnya. Bagaimana tidak, tiba-tiba Liam membungkam bibirnya dengan sebuah ciuman. Beberapa detik mematung karena aksi tiba-tiba Liam, Fara pun tersadar, ia segera mendorong d**a pria itu. Namun, Liam malah semakin menarik tengkuk Fara untuk memperdalam ciumannya. Fara menggeram, dengan kesadaran penuh wanita itu menggigit bibir bawah Liam hingga berdarah. Seketika Liam melepaskan pagutan bibir mereka, lalu menyentuh bibir bawahnya. “Ssttt.” Liam merintih sembari menatap darah di jari tangannya. “Sejak kapan kamu jadi seperti anak anjing yang suka menggigit begini?” Fara menatap Liam dengan sorot marah. “Saya memang bawahanmu, Tuan Collan. Tapi saya bukan murahan, yang bisa diperlakukan seperti ini sesuka h

