12. Cemburu?

1211 Kata

Fara menarik napas dalam, lalu diembuskan perlahan. Ia menatap gagang pintu tinggi di hadapannya. Fara ragu-ragu untuk mengetuk pintu keramat itu. Pintu keramat? Iya, bagi Fara pintu itu sangat ‘lah keramat. Lebih tepatnya ruangan atasannya itu adalah lokasi paling keramat yang harus ia hindari. Namun, bagaimana caranya untuk menghindar, sedangkan ia adalah seorang bawahan yang harus selalu terlibat dengan sang mantan. Baru saja Fara berniat mengetuk pintu itu, langkah kaki dan helaan napas berat seseorang mengalihkan perhatian Fara. Wanita itu menoleh ke belakang, dan mendapati Bayu sedang rukuk dengan kondisi napas tersengal-sengal. “Pak Bayu, Anda baik-baik saja?” tanya Fara merasa sedikit iba. Bayu melambaikan tangannya. Ia bahkan belum sanggup untuk berbicara. “Liam kurang ajar it

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN