11. Di Dalam

1183 Kata

Bibir Fara terkatup. Ia berniat menutup bibirnya dengan kedua telapak tangan, tetapi Liam dengan sigap menahan kedua tangan sekretarisnya itu di belakang. “Liam, lepaskan aku. Apa yang ingin kamu lakukan?” Fara mendongak, menatap Liam dengan ekspresi kesal serta waswas jika tiba-tiba pintu lift terbuka dan adegan ini disaksikan banyak orang. Fara hanya ingin hidup tenang selama bekerja di kantor. Meski sebenarnya ketenangan Fara akan segera terusik karena kejadian kemarin sore, lalu ditambah dengan adegan Liam menariknya masuk ke dalam lift yang sama. “Apa tidak bisa kamu membuatku hidup tenang, Liam? Aku sangat lelah jika harus bertengkar dengan orang-orang di kantor ini,” lanjut Fara. “Kenapa harus bertengkar? Ini kantor untuk bekerja, bukan untuk bertengkar. Siapa yang mau mengajakm

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN