Suci tak habis pikir kenapa ada Dokter Adi di rumahnya. Ternyata sang ayah memang mengundang untuk makan siang dan sekaligus memeriksa kondisinya karena tadi Pak Wahyu merasa sesak di bagian d**a. Suci merasa cemas dengan keadaan ayahnya. Sigap ia menghampiri dan bertanya dengan kondisi sang ayah. Melihatnya sudah bisa tertawa, wanita berambut coklat itu merasa tenang. "Bapak sudah mendingan. Nggak usah cemas, lebih baik siapkan diri untuk malam nanti. Ada makan bersama keluarga dan kamu harus siap dengan perkataan mereka yang mungkin akan sangat membahayakan." Ucapan Pak Wahyu membuat Suci bergidik ngeri. Suci sudah mendengar dari sang ibu kalau ada sepupunya bernama Clarisa yang baru pulang dari Luar Negri. Ia sangat berambisi menguasai perusahaan. Namun, ia tak pernah berhasil karena

