Suci sudah menunggu pengacara rekomendasi sang ayah. Ia sengaja datang pagi karena ingin cepat berkonsultasi dengannya. Ancaman Arya membuat dirinya ingin memberikan pria itu pelajaran. Terlalu bersemangat membuat Suci harus menunggu beberapa lama karena sang pengacara masih dalam perjalanan ke kantor. Tidak masalah baginya karena menunggu untuk kepentingan yang sangat penting. Akhirnya Pak Rudi datang dan langsung mempersilahkan Suci masuk untuk berbincang. Pria berusia empat puluh lima tahun itu adalah pengacara pribadi sang ayah. Pak Rudi sangat senang bertemu Suci karena sudah lama Pak Wahyu bercerita tentang kesedihan kehilangan anaknya. Kini, ia ikut senang karena klien-nya sudah menemukan sang anak. "Silahkan, Mba Suci. Maaf jalanan macet," ucap Pak Rudi. "Tidak masalah, Pak.

