Janu benar-benar pusing karena dokter Rani tak kunjung menunjukkan bahwa semua yang terjadi ini karena dirinya, meski Janu hampir setiap Minggu mengajak wanita itu jalan dengan tujuan membongkar kedok Rani, terapi sampaj sekarang rencana Andi belum berhasil. Sudah terhitung dua Minggu, dan seharusnya hari ini adalah hari pernikahan Janu dan Erika, untung saja sebelumnya Janu telah menghubungi tamu undangan, wo, dan juga bagian catering bahwa pernikahannya dengan Erika di undur. Janu kini termenung di ruangannya, mengetuk pelan meja kerjanya dengan jari dan berharap bahwa pintu itu akan terbuka dan Erika datang membawa makan siang seperti biasanya. "Saya benar-benar merindukan kamu, Erika." Gumam Janu diakhiri helaan nafas pelan. Tak lama pintu ruangan Janu benar terbuka, namun bukan Er

