Erika menangis sejadi-jadinya di dalam kamarnya, ia masih belum tahu yang mana yang harus ia pilih. Janu, yang sudah menolong dan merawatnya hingga seperti sekarang, atau Bayu, pria yang mengaku sebagai suaminya itu. Erika meremat selimut menjadi satu kepalan tangannya, hingga selimut putih yang awalnya terlihat rapi kini malah tak berbentuk. "Hiks … hiks … Tuhan!!! Tolong tunjukkan dimana aku harus mencari kebenarannya?!!!" lirih Erika disertai isak tangis yang memenuhi kamar itu. Erika menutup wajahnya dengan bantal untuk meredam suara tangisannya, meski begitu bahunya tampak bergetar menunjukan bagaimana kerasnya wanita itu menangis. Erika mengangkat kepalanya saat merasakan sakit dikepalanya, ia meremat rambutnya sendiri, menoleh kanan kiri guna mencari dimana keberadaan ponselnya.

