Perlahan sepasang mata itu terbuka dibarengi ringisan-ringisan kecil dari bibirnya, tangannya pun langsung apik memegangi kepalanya yang terasa sakit sambil berusaha untuk duduk. Namun terlihat sekali Erika kesulitan, kebetulan tak lama Janu datang dan langsung menolong wanita itu. "Erika." Panggil Janu berjalan mendekati Erika. Janu memegang kedua sisi bahu Erika lalu sedikit mengangkat nya untuk mempermudah wanitanya duduk. "Dokter, apa yang terjadi?" tanya Erika lemah. Janu tersenyum, ia lalu menangkup wajah Erika dan mengusapnya dengan sayang. "Tidak ada apapun," jawab Janu dengan tatapan hangat dilempar ke arah Erika. Erika tiba-tiba memeluk Janu, menangis sejadi-jadinya di dalam pelukan pria itu. Erika tidak mau pergi, ia tidak mau meninggalkan Janu ataupun Zean, namun apakah

