** Clara mengerjapkan matanya mendengar suara gaduh dari dapurnya, tersenyun tipis menyadari Tama yang mungkin sedang membuat sesuatu untuknya pagi ini. Ia bergegas bangkit, meringis merasakan lebam dipunggungnya masih berdenyut menyakitkan saat ia menggerakkan tubuhnya. Dengan langkah yang diseret Clara mencari sumber keributan dirumahnya pagi itu. "Tama?" Clara menghentikan langkahnya, meremas ujung kaus kebesarannya saat menyadari seseorang yang sedang berdiri memunggunginya dibalik Pantry dapurnya. "Tama?" Suara berat itu mengalun pelan, bahunya bergerak pelan hingga sepasang mata tajam mengerikan itu menghunusnya. "A-arash?" Clara tergagap, bergerak gelisah saat pria tampan yang hanya menggunakan kaus hitam polos itu berbalik sepenuhnya. Menatapnya lekat

