Part 14

1015 Kata

**       Kantin riuh seperti biasanya, tanpa mengabaikan para pria tampan yang mengisi meja di sudut kantin yang setiap waktu semakin terasa begitu sesak.    Tama masih di sana dengan rahang mengeras menatap si sulung Grayen yang menikmati makan siangnya seolah tidak pernah terpengaruh tatapanya. "Arash?"      Arash menggumam, Ruhan menaikkan alisnya menatap pria yang sejak tadi tidak melepaskan tatapannya pada Arash. "Kau mengenalnya?"    Mata tajam itu bergerak, menatap sekilas pada Tama sebelum kembali memusatkan perhatiannya pada kaleng soda yang baru di bukanya. "Siapa?"       Gerald mengikuti tatapan Ruhan, meninggalkan Marko yang diam diam mengumpat kesal karna terus direcoki oleh pria berambut keemasan itu. "Jangan pedulikan dia"     Ucap Arash dengan tenang, membuat Ma

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN