Petir kembali menggelegak membelah langit malam, angin berhembus kencang mengacaukan hujan yang mencambuk bumi tanpa belas kasih. Menjadi pengiring kesibukan manusia manusia yang lalu lalang di koridor rumah sakit yang masih di sibukkan belasan pasian dengan keluhan manusia yang membabi buta. Kekejaman malam dan kesibukan di gedung itu sama sekali tidak mengusik bayi tambun yang tertidur lelap dengan bibir terbuka dibahu kokoh sang Ayah, membuat siapun yang dilalui kedua kaki panjangnya akan tersenyum melihat pemandangan yang mampu menyejukkan malam mengerikan siapapun disana. "Selamat malam tuan Grayen, Dokter Celia sedang memeriksa pasiennya." Pria itu tersenyum tipis menepuk pelan punggung bayi yang menggeliat pelan dalam pelukannya. "Apa itu membutuhkan waktu lama?" "Sepertinya be

