Part 22

1007 Kata

**      Kedua kaki jenjang itu melangkah menyusuri ruang loker dengan anggun, membiarkan rambut pirang keemasannya bergerak pelan seirama dengan gerakan tubuhnya. Lengang, tidak ada manusia yang berlalu lalang disana, mengingat kelas pertama telah dimulai sejak tiga puluh menit yang lalu sementara ia masih diluar sini berkeliaran tanpa tujuan. Membosankan.      Jemari jemari lentiknya bergerak berniat membuka pintu  lokernya sebelum lengan kokoh itu terulur kembali menutupnya dengan paksa. "Selamat Pagi Anna."      Bisikan pelan itu membuat Anna menoleh cepat, melemparkan tatapan tidak sukanya pada pria bermata kelabu yang lagi lagi menunjukkan senyuman yang entah mengapa benar benar membuat Anna tidak suka. "Menjauh dariku."     Ucap Anna dengan bosan, pria itu tertawa kecil mende

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN