Part 30

1404 Kata

**     Music menghentak, dentingan gelas beradu, suara tawa hingga teriakan orang orang yang sedang menikmati malamnya diruangan tamaran penuh sesak itu tidak mampu mengusik gadis cantik yang sedang menikmati cairan keemasan di gelas kristallnya. Jemari jemari lentiknya menyusuri rambut coklat sepunggungnya yang terurai, mengumpulkannya kesisi bahu kanannya hingga memamerkan leher jenjang yang masih meninggalkan jejak keunguan yang mulai pudar. Tindik berlian dihidungnya tampak berkilauan ditengah cahaya tamaram, mengabaikan tatapan orang yang lalu lalang yang seolah ingin menelannya bulat bulat. "Jadi ini maksudmu dari kata sibuk?" Mata keemasan itu mengerjap sekali, bergulir kearah pria dengan mata kelabu yang kini duduk tepat disisinya. "Pergi." Bisiknya pelan, sama sekali tidak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN