Part 29

1061 Kata

**    Carter meletakkan topi ditangannya tepat dikursi yang kosong disampingnya, menatap Felix yang sedang mengamati hemparan rumput hijau yang membentang begitu luas dibalik kaca raksasa di sisi meja mereka. "Kenapa?" Felix menoleh menaikkan alisnya seraya meraih cangkir kopinya dan menyesapnya pelan tanpa mengalihkan perhatianya pada Carter. "Apa yang kau bicarakan?" "Kenapa kau tidak pernah mengatakan apa yang Arash lakukan pada Anna ke paman Stevan?" Felix menghela nafasnya pelan, memainkan jemarinya dibibir cangkir miliknya dengan gerakan memutar. "Aku tidak berhak." "Meskipun Arash terus menyakiti dan meniduri Anna?" Felix tersentak, menahan tawanya yang akan meledak dengan kepalan tangannya tidak peduli Carter yang memicingkan matanya serius. Jadi Carter tahu? "Ah, aku ti

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN