** Kedua kaki jenjang itu melangkah lebar, begitu tergesah melewati lorong lorong sekolah yang lengang dengan suara ketukan sepatu yang menggema. Kedua mata keemasannya menatap lurus, tidak ada emosi diwajah mempesonanya sebelum suara yang sangat ia kenali itu mengalun dengan pelan. "Butuh pelukan?" Kedua kakinya terhenti, rambut pirangnya bergerak saat ia menoleh dan menemukan seorang pria yang kini menutup buku ditangannya dan bersidekap membalas tatapannya. "Carter?" Suara merdu itu mengalun pelan, menatapnya sekilas sebelum kembali melanjutkan langkahnya mengabaikan pria yang ikut mensejajarkan langkahnya. "Minum ditempatku?" "Dan membuat Arash membunuhmu?" Carter menoleh sekilas tersenyum tipis saat gadis itu masih menujukkan wajah tenangnya. "Selama aku tidak menyentu

