* Clara menyelipkan beberapa helai rambutnya kesisi telinganya saat Tama menatapnya kagum dengan terang terangan, sama seperti biasa pria itu bahkan tidak ragu untuk memujinya. "Kau sangat cantik Clara" Clara kembali merona, menyentuh jepitan berwarna putih yang tersemat diramput hitam sepinggulnya. "Terimakasih, Anna memberikan ini padaku" "Anna?" "Iya" "Anna Grayen?" Anggukan dari gadis itu membuat Tama menghela nafasnya, menunduk menatap sepasang sepatunya dengan nanar. Jadi.. ..mereka sudah sedekat itu rupanya. "Aku masih tidak mengerti kenapa kau dan Arash bisa bertunangan" Bisik Tama dengan pelan membuat Clara mencengkram tasnya dengan kuat. "Tama, aku-" Deruman mesin itu membuat Clara dan Tama menoleh, menatap mobil mewah berwarna hitam metalik yan

