Tergantung Seberapa Baik Istriku Menidurinya
Ini adalah kisah tentang seorang wanita muda, Lisa Morton, dan pengorbanan yang harus ia lakukan untuk suaminya, seorang eksekutif perusahaan periklanan yang ambisius dan sukses yang tidak mengizinkan apa pun untuk mengganggu tujuannya.
Lisa Morton rela melakukan apapun demi menyenangkan hati suaminya, tidak peduli walaupun dia harus mengalami tekanan batin dalam usahanya memenuhi impian suaminya.
Ken Morton tidak peduli dengan apa yang akan dia lakukan terhadap orang lain termasuk kepada istrinya sendiri, selama dia bisa mencapai tujuannya.
Di puncak kesengsaraannya, Lisa Morton mulai memikirkan jalan untuk menyudahi semuanya. Apakah jalan yang dia ambil?
BAB SATU
"Aaaarrrgggbhh!" Louis menjerit saat Ken Morton menyodorkan jari-jari tangan ke dalam liangnya.
Saat itu pukul tujuh pagi dan Ken ingin bercinta lagi sebelum mereka berdua harus bangun dan pergi ke kantor.
"Kamu ingin punyaku sekarang, Lou?" tanya Ken.
"Tentu saja, kamu tahu yang aku mau," jawab Louise. "Astaga, kau luar biasa. Kamu meniduriku sepanjang malam dan kemudian membangunkanku dengan memasukkan jari tanganmu ke dalam liangku dan berkata, 'Aku ingin menidurimu lagi!"
Louis menatapnya dengan penuh nafsu. Ken Morton selalu meniduri sekretarisnya, tapi yang satu ini mungkin lebih lama daripada yang lain.
Gadis ini benar-benar seorang yang suka berteriak. Dia menyukai seks. Dan seks adalah satu-satunya hal selain uang dan kekuasaan yang disukai Ken Morton.
Dia merendahkan tubuhnya ke bawah hingga tabung cairan cintanya yang berdenyut-denyut di bagian bawah k*********a berada di dalam lekukan liang sang wanita.
Kemudian dia membenamkan wajahnya di antara kelembutan hangat p******a Louis.
Louis bernafas dengan keras saat disentuh Ken dan mencengkeram kepalanya Ken di antara payudaranya.
Ken menggerakkan mulutnya di atas p******a panas Louis yang telanjang dan menangkap satu p****g di mulutnya. Dia menghisapnya dengan semua nafsu dan kekuatan di lidah dan pipinya.
Louis mengerang dan menggerakkan dadanya di bawah wajahnya dalam gerakan liar penuh sukacita dan gairah yang meningkat. "Ya, ya, hisaplah! Buat mereka berkeringat dan basah!"
Semakin keras dan semakin keras Ken menghisap, memutar-mutar lidahnya di atas p****g kaku yang bergetar dengan sangat menyenangkan.
Louis menjawab intensitasnya Ken dengan melengkungkan punggungnya dan mengangkat dadanya, dengan penuh semangat menawarkan kedua gundukan daging yang bergetar itu ke mulut Ken yang penuh nafsu.
"Ayo, sayang, hisap payudaraku! Hisap dengan keras! Yessssss, gigit mereka!!"
Tangan Ken menemukan kait yang menahan dasternya Louis di tempatnya. Dia menyentakkannya hingga ke selangkangannya yang berbulu, yang memperlihatkan bulu-bulu area kewanitaan yang melengkung lembut di antara pahanya Louis yang berdenyut-denyut.
Aroma liangnya wanita itu yang naik ke lubang hidungnya membuat pikiran dan k*********a Ken meradang.
Dia mengangkat dan menarik tubuh wanita itu ke arahnya, menutupi mulutnya dengan mulut Louis.
Lidah Ken menjulur ke depan, menyelinap melewati giginya dan masuk ke dalam mulutnya. Dia mengerang keras dan panjang saat lengannya melingkari leher Louis, menekan dengan erat, membentuk mulut mereka bersama.
"Sekarang aku akan bercinta denganmu."
"Ya! Berikan dagingmu, sayang! Tuangkan batangmu ke dalam lubang sialanku!"
Ken menghisap lagi salah satu payudaranya Louis yang besar sambil memposisikan kepala batangnya yang besar di bibir liangnya Louis.
Louis sudah basah kuyup oleh cairan gairahnya. Dia beringsut maju dan merasakan kepala kejantanan Ken membelah kelopak liangnya.
Dia menyepak untuk mengantisipasi dan ketika Ken tidak segera menusuknya, dia mendorong ke atas dengan pinggulnya untuk menangkap barang perkasa Ken.
Ken tertawa.
"Kamu menggodaku, b*****t!" teriak Ken. "Berikan padaku! Kau membuatku b*******h, sekarang lakukan sesuatu! BERCINTALAH DENGANKU, b******n!"
Paha Louis terbuka lebih lebar lagi, bibir vaginanya menggeliat-geliat dengan kejang saat membayangkan barang Ken yang besar dan memberikan kenikmatan itu akan segera menghujam liangnya. "Cepat! Berikan padaku. Masukkan batang itu ke dalamku!"
Louis meraih dengan tangannya dan meraih batang Ken. Dia menariknya ke bawah di atasnya dan memasukkan batang itu ke dalam tubuhnya.
Pada saat yang sama, Ken sudah menghujamkan pinggulnya dengan keras ke dalam tubuh wanita itu.
Louis membuka kakinya lebar-lebar. Vaginanya yang panas mengembang terbuka, menumpahkan sari-sari keinginannya, menunggu serangan itu datang.
"Sialan! SIALAN, SIALAN!" Louis meratap, meregangkan vaginanya ke kepala p***s Jen yang berapi-api. "Masukkan ke dalam diriku... biarkan aku merasakan penismu di dalam diriku! Berikan padaku, sekarang... SEKARANG!"
Panggulnya bergerak ke atas dan ke depan saat Louis berbicara.
Ken melenturkan pinggulnya dengan dorongan tiba-tiba yang mendorong miliknya yang besar dan keras itu masuk jauh ke dalam mulut basah yang menganga di antara kedua paha Louis yang terbuka.
Masuk jauh ke dalam liang surganya Louis yang kejang-kejang menyambut, batang itu masuk dengan kekuatan yang menghancurkan.
Dan kemudian mereka bercinta dengan liar, keras, seolah-olah tidak akan ada hari esok, dan tidak ada lagi sesi untuk bercinta.
"Oh, ya! Oh, s**t! ya!" Louis menjerit kegirangan di bawahnya saat bongkahan daging besar itu menabrak tubuhnya yang menggeliat. "Indah! Batang yang manis. Ahhh!"
Ken merasakan dinding liang surga yang halus dan berdenyut-denyut bergesekan dengan cepat di sekitar batangnya, melahapnya saat batang itu melesak ke kedalaman liang.
Seluruh batang k*********a yang besar terkubur di dalam diri Louis. Bola k*********a menampar dengan irama terhadap lubang pantatnya yang mengerut.
"Semuanya ada di dalammu, sayang! Semuanya!" Ken menggeram.
"Saya merasakannya! Rasanya sangat enak! Sekarang setubuhi aku dengan itu!" jeritnya. "Setubuhi aku dengan baik!"
Kemaluannya seperti memiliki kehidupan sendiri saat bergetar dan berdenyut.
Kulupnya terkelupas dengan kencang dari kepalanya. Dia dapat merasakan cairan lengket dari lubang k*********a yang melapisi batangnya seperti sarung tangan.
Kemudian Ken sepenuhnya berada di dalam wanita itu, selangkangannya bergesekan dengan s**********n wanita itu dengan gerakan naik-turun.
Ken meraih ke bawahnya dan menangkupkan kelembutan pipi pantatnya yang berdaging.
Tiba-tiba seluruh tubuhnya merespon penisnya yang menusuk. Dia menjadi sekumpulan daging yang berdenyut. Dia mau keluar. Dia bisa merasakannya. Dia bisa merasakannya.
"OHHHHHHH, sial, sial sial!" Louis mengerang, menikmati kejutannya, memukul tato di pantatnya dengan tumitnya dan menggesek-gesekkan klitorisnya ke arahnya.
Suara melolong keluar dari tenggorokan Louis saat dia memantulkan payudaranya ke dadanya Ken dan mencabik-cabik punggungnya dengan kukunya.
"Apakah kamu sudah mau dapat, sayang? Apa sudah enak??" Louis terkesiap, pikirannya dipenuhi dengan keliaran dan gairah yang tampaknya melonjak dari tubuhnya.
Ken menjawabnya dengan tubuhnya. Dia terus menekan. Gerakannya terasa nikmat, hampir sempurna dalam sensasi liar yang ditimbulkannya di sekujur tubuhnya, hingga ke payudaranya Louis.
Louis mengerang. Melolong dalam klimaksnya untuk beberapa saat lamanya.
"Sekarang kamu," teriak Louis. "Panaskan perutku dengan air cintamu. Jus liangku, Ken sayang! Masuk ke dalam diriku!"
"f**k aku kembali, sayang," erang Louis. "Hantam liang surgaku dengan batangmu yang manis!"
Kejang-kejang mulai terjadi lagi di dalam lubang cintanya. "Setubuhi aku dengan itu!!"
Pinggulnya Ken mundur, menarik batangnya dari liang surganya hingga hanya kepala yang bersarang dengan penuh kasih di antara bibirnya. Kemudian dia menarik pantatnya dan memaksanya kembali ke dalam dirinya.
Ken memasukkan batangnya ke dalam dan keluar dari wanita itu dalam sebuah gerakan memompa yang cepat yang membuatnya semakin b*******h.
Dan kemudian dia mendesiskan gairahnya saat dia merasakan lelehan air cinta mengalir dari dalam k*********a.
Louise merasakannya dan meraih ke bawah pantatnya yang terangkat untuk menangkupkan k*********a yang kejang saat Ken memompanya penuh dengan air cinta.
Dengan tekanan lembut dia menekannya dan dia terus mengeluarkan lahar yang menyembur.
"Ya... ya," erang Louis, "penuhi liang surgaku dengan cairanmu yang panas!"
Ken mencapai puncaknya saat air cinta terakhirnya mengalir ke dalam perutnya Louis. Dia melingkarkan kakinya di pinggulnya Louis dan mendesaknya untuk terus memompa sampai dia bisa keluar lagi.
"Ya, ya... lagi, lagi, sayang... masih lebih banyak lagi!" desaknya.
Dia memompa sampai sebuah jeritan kecil keluar dari tenggorokannya. "Oh, Ken, ya... ya... Aku keluar lagi!"
Ken menggeliat melalui o*****e terakhir dan kemudian dia menarik batangnya yang basah dan berlumuran s****a dari liang surganya Louis dan merangkak naik sampai berada di atas wajahnya Louis.
"Bersihkan, sayang," desak Ken.
Dengan penuh semangat dan sukarela, Louis menurutinya, mengganti semua a******i dan cairan liang surganya pada tongkat cintanya Ken ini dengan air liur dari mulutnya yang panas.
Kemudian dia mengeringkan batangnya Ken ini dengan memijatnya dengan payudaranya.
Akhirnya Ken beranjak menjauh dari Louis dan meraih rokok. Dia menyalakan dua batang dan memberikannya satu batang pada Louis.
"Anda keberatan jika saya datang sedikit terlambat pagi ini?" tanya Louis. "Saya ingin menata rambut saya."
"Tidak apa-apa," Ken mengangguk, menarik rokoknya dalam-dalam. "Harris baru akan masuk sekitar jam sebelas."
"Menurutmu apakah dia akan memberikan kontraknya padamu?"
"Tidak tahu pasti," jawab Ken. "Itu hanya tergantung pada seberapa baik istri saya menidurinya tadi malam," kata Ken ringan.