bc

Tunggu, Atau Tinggal

book_age18+
229
IKUTI
1.0K
BACA
billionaire
others
CEO
drama
bully
husband
like
intro-logo
Uraian

Perusahaan yang tidak memberi izin karyawannya untuk menaruh perasaan, pada masing-masing karyawan.

Sedangkan Melly dan juga Bobby adalah sepasang kekasih yang sudah terlebih dulu menjalin hubungan. Sebelum akhirnya takdir mempertemukan pada satu perusahaan tersebut.

Kisah cinta mereka akan sangat rumit dan juga banyak lika-liku yang dilalui.

chap-preview
Pratinjau gratis
Prolog
'Huh! Kenapa juga sih dia harus main mesra-mesraan sama cewek lain!' gerutu Melly--salah satu karyawan di perusahaan produksi makanan yang sangat besar. Dan laki-laki itu adalah Bobby, mereka berdua memang berbeda divisi, tetapi Melly dan Bobby adalah seseorang yang termasuk sangat penting di dalam perusahaan. Namun, karena Melly saat ini tengah berada di dalam suatu perusahaan, jadi tidak mungkin jika dia harus menegur sang kekasih.. Melly lebih memilih untuk diam dan menarik napas dalam-dalam, lalu melanjutkan rencananya lagi ke tempat tersebut. Yaitu, untuk mengambil suatu dokumen yang sudah diperintahkan oleh sang atasan. Jauh di dalam hati memang sangat menyesalkan, tetapi sebisa mungkin Melly harus menhan rasa kesal itu. "Bersikaplah professional Melly," gumam Melly, setelah ia sudah tiba di ruangan tempatnya bekerja lagi. Di perusahaan yang ditempati oleh Melly dan juga Bobby, memang menerapkan peraturan 'Jika antara karyawan tidak boleh ada yang bertukar perasaan. Mau satu divisi atau berbeda sekalipun'. Hal itu memang sangat memberatkan bagi Melly dan juga Bobby yang merupakan pasangan di saat masih kuliah. Semuanya sudah dilakukan oleh mereka secara bersama-sama, hanya saja impian mereka berdua yang ingin bekerja di perusahaan tersebut todak saling diutarakan. Alhasil, saat mereka berdua mengutarakan kegembiraan hati karena telah diterima sebagai karyawan di perusahaan tersebut, membuat Melly dan juga Bobby langsung terkejut dan sangat bersedih hati. FLASHBACK "Ada satu berita penting yang mau aku kasih tau ke kamu," ucap Melly di seberang telepon. Melly adalah anak rantau yang memiliki impian sangat tinggi untuk menata hidup yang lebihh baik dari hiidup sebelumnya yang berada di desa. Maka dari itu, selagi ada kesempatan yang menurutnya adalah menguntungkan, maka Melly tidak akan pernah membuang waktu untuk hal itu. Sebisa mungkin ia harus meraih kesempatan itu, dan salah satu impiannya yang paling besar dan juga menggebu-gebu adalah menjadi karyawan di perusahaan tersebut. Seharusnya, ada banyak sekali orang yang menginginkan kerja di perusahaan tersebut, karena di samping itu adalah perusahaan yang ternama dan juga besar sekali. Pimpinannya pun tidak akan pernah pelit untuk memberikan bonus di luar gaji, bahkan bisa dibilang gaji di perusahaan itu lah yang sangat besar sekali. Namun, satu yang membuat semua orang itu tidak akan pernah betah untuk bekerja di dalam perusahaan tersebut. Meskiun tidak semua orang, tetapi rata-rata memang tidak kuat untuk melanjutkan karir di perusahaan tersebut. Setelah sambungan telepon terputus, Bobby segera bersiap untuk segera menuju ke salah satu indekos milik sang kekasih. "Udah lama nunggunya?" tanya Bobby, setelah ia sudah keluar dari dalam mobil dan mendekat ke arah sang kekasih yang tengah duduk di teras depan indekos. Setelah muncul wajah Bobby, tanpa diminta sama sekali, Melly langsung memeluk sang kekasihnya. "Kangen!" "Sama, aku juga kangen banget sama kamu. Maaf ya, kalau beberapa hari lalu aku enggak bisa ke sini dan selalu sibuk sama urusan aku sendiri," sahut Bobby, dengan tangan kanan yang mulai mengusap lembut punc kkepala perempuan tersebut. Melly menggelengkan kepalanya, meskpiun masih berada di dalam pelukan. "Kamu enggak salah, jadi enggak perlua minta maaf lagi." "Soalnya, aku aja sibuk banget buat ngurus ini itu. Demi keberlangsungan hidup aku ke depannya. Hehe," jelas Melly, lalu diiringi dengan sedikit tawa yang ditampilkan. Perlahan, pelukan yang sedari tadi mereka lakukan itu terlepas, lalu tangan kanan milik Bobby mengusap pelan puncak kepala Melly. "Enggak apa-apa, udah jangan bahas kek gitu lagi." "Semua orang pasti punya kesibukan sendiri, tapi di sini kita justru dituntut harus sama saling ngerti, dan juga saling percaya. Ya udah, yuk kita keluar!" ajak Bobby, lalu langsung menggandeng telapak tangan sang kekasih. Tak ada perkataan yang dikeluarkan oleh Melly, perempuan itu langsung ikut melangkahkan kaki mendekat ke arah mobil, setelah Bobby membukakan pintu untuk sang kekasih, barulah Melly ikut masuk ke dalam mobil tesebut. "Saatnya kita buat jalan-jalan lagi! Udah lama enggak pergi berdua sama kamu, Sayang," seru Melly, saat baru saja Bobby mengemudikan mobil pribadinya itu. Melihat rasa semangat dan juga antusias yang ditunjukkan oleh Melly, tentu saja membuat Bobby langsung ikut tersenyum. Ada rasa lega dan juga senang setelah melihat raut wajah Melly yang seperti itu. Ia juga sangat bersyukur sekali mendapat pasangan yang ceria seperti Melly. Bobby sendiri sebenarnya adalah anak tunggal yang sudah jelas masa depannya, apalagi orang tuanya memiliki usaha dalam bidang properti. Namun, laki-laki itu memilih untuk membelokkan diri, tak ingin meneruskan usaha milik kedua orang tuanya itu. Meski sebenarnya tujuan dari Bobby adalah mencari bakat dan juga kemampuan, serta pengalaman. Tetapi, Bobby juga tetap mempelajari bagaimana usaha milik kedua orang tuanya, strategi dan juga apa pun yang diterapkan di dalam perusahaan tersebut. Karena yang berada di dalam pikiran Bobby, jika kehidupan dirinya untuk ke depan itu tidak ada yang tahu. Sehingga tentu saja membuat Bobby harus mempelajari bagaimana usaha tersebut. Apalagi, saat bekerja di bawah naungan orang lain. Maka, ada banyak kemungkinan bisa untuk langsung dikeluarkan. Meskipun, perusahaan tersebut adalah salah satu impian dirinya. "Oh iya, aku ad satu berita yang sangat bagus banget buat kamu, dan juga buat aku sendiri sih," tutur Melly, yang langsung menunjukkan senyumannya, meskipun dalam keadaan hati yang bergemuruh karena rasa penasaran. Tetapi, Bobby juga menyempatkan diri untuk berucap, "Aku juga ada kabar gembira." "Eum ... gimana kalau kita nanti dikasih tau secara bersama-sama?" tawar Melly, dengan kedua alis yang langsung dinaik turunkan. "Setuju!" sahut Bobby, lalu kembali fokus pada lalu lintas. "Tapi nanti aja ya, sekarang aku harus fokus sama mobil dan juga rute jalan dulu." "Apalagi ini kan sifatnya itu kejutan. Jadi, jangan buru-buru, biar ada sensasi di dalam hatinya," pinta Bobby, yang langsung disetujui oleh Melly. Karena bagaimanapun juga Melly masih mementingkan keselamatan mereka berdua, apalagi saat ini ia tengah bersama dengan laki-laki yang sangat ia sayangi itu. "Aku putar radio aja ya, biar enggak sepi banget," ucap Melly, dengan tangan kanan yang langsung bergeraak untuk memutar radio di dalam mobi, tanpa menunggu persetujuan dari Bobby terlebih dulu. Bobby juga tidak masalah akan hal itu sama sekali, karena apa yang dilakukan oleh Melly, jika itu membuat bahagia. Maka tidak masalah sama sekali. Bahkan, Bobby dapat merasakan ketenangan, walau hanya dari Melly yang menunjukkan senyuman. Cinta memang sesederhana itu, melihat orang yang disayang saja sudah membuat hati itu serasa tidak memiliki beban.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Kali kedua

read
218.4K
bc

TERNODA

read
199.8K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
16.5K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
234.7K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
190.6K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
32.1K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
75.7K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook