Tiga pasangan remaja ini langsung touring mengendarai motor masing-masing ke pantai. Mereka memilih pantai Carita yang tidak terlalu jauh dari Jakarta. Tapi untuk ke pantai itu harus menempuh perjalanan hingga tiga jam.
Rasa lelah berada dimotor selama tiga jam sirna ketika melihat pasir pantai serta air laut nan biru. Ketiga pasangan remaja itu baru merencanakan untuk menyewa penginapan sekitar didekat pantai.
"Gilaa!! pantainya bagus banget! masih bersih yaa," kata Angel yang terpukau dengan keindahan pantai Carita.
Banyak pedagang asongan dipinggiran pantai, mereka sejenak menikmati aroma laut serta memesan beberapa makanan dari para pedagang asongan untuk mengisi kekosongan perut selama perjalanan tadi.
Johan ternyata sudah mempersiapkan uangnya dari hasil menabung selama satu minggu karena Fania mengajaknya untuk pergi ke pantai.
Hasil tabungan itu dia peroleh dari bekerja paruh waktu. Dia bekerjakeras sesuai pulang sekolah, Johan juga tidak ingin menggunakan uang hasil palakan hanya untuk bersenang-senang. Jadi dia banting tulang untuk mendapatkan uang. Lumayanlah uang itu bisa dia gunakan selama dua hari ini.
"Bro gimana caranya bisa jadi kayak lo sih? ditakuti anak-anak lain. Apa rahasianya," tanya Kemal yang memang fans berat Johan. Johan ini sangat terkenal dikalangan pelajar laki-laki ditingkat SMA seantero Jakarta.
Selain karena dia siswa yang bersekolah ditempat populer, gengnya adalah geng paling terkenal ditingkat para pelajar. Dia juga ketua geng paling ditakuti karena kekejaman tapi juga memiliki hati yang baik karena sering menyelamatkan anak-anak yang terkena bullying.
"Iyah nih kasih tau dong apa rahasianya," desak Jefri.
"Enggak ada rahasianya. Gue juga nggak tahu kenapa gue bisa jadi kayak sekarang bahkan sampai terkenal gini. Yang pasti gue cuma bantu anak-anak lain yang kena bully, pelakunya gue bully balik," jawab Johan dengan santai.
Johan sendiri tidak mengetahui asal muasal mengapa ia menjadi disegani oleh anak-anak lain. Awalnya ia hanya membentuk geng sekolah biasa. Tapi anak-anak geng yang tergabung merupakan perwakilan anak nakal dari sekolah SMP yang berbeda-beda.
Geng yang dibentuk Johan posisinya semakin kuat. Terlebih Johan bersama teman-temannya suka membantu anak-anak kasus bullying. Bahkan Johan tidak segan-segan membully pelaku bullying sebagai efek jeranya agar mereka tidak lagi melakukan hal tersebut.
Mulanya Johan hanya terkenal disekolahnya saja, tapi lama kelamaan semakin menyebar karena Johan sering ditantang dan diajak untuk tawuran. Tidak pernah sekalipun geng yang dipimpinnya kalah dalam tawuran.
Sehingga seluruh anak menjadi takut dan sangat populer diseluruh SMA se-Jakarta.
"Ah masa sih bro? kan nggak mungkin lo tiba-tiba terkenal gitu aja? terus apa benar lo suka malakin anak-anak di sekolah lo sendiri?" Kemal melontarkan lagi pertanyaannya.
"Gue sih nggak maksa mereka harus ngasih duit ke gue. Cuma merekanya sadar diri sendiri buat nyetorin duitnya ke anak buah gue! ya gue sebagai orang yang bersyukur hanya nerima aja apa yang mereka kasih. Kalau mereka nggak punya uang, gue juga nggak maksa kok mereka harus ngasih ke gue," ungkap Johan.
Kemal dan Jefri tak percaya dengan apa yang didengarnya saat ini. Mungkinkah Johan sebaik itu? apalagi mau melindungi anak-anak yang kena bully. Tidak heran sih, Johan sangat populer dan terkenal.
Fania, Lucy dan Angel baru saja duduk menghampiri pacar-pacarnya. Dari tadi mereka asik bermain air, sedangkan para lelaki memilih untuk makan serta bersantai sambil mengobrol.
"Pada ngomongin apaan sih? kok seru banget?" tanya Lucy penasaran.
"Nih ngomongin bos kita! asal mulanya dia jadi bos," sahut Jefri.
"Oohhhh" Lucy duduk dan meminum es kelapa yang daritadi telah mereka pesan.
Fania, Lucy dan Angel mulai makan sore karena tidak sempat makan siang selama diperjalanan. Tidak sia-sia mereka ke pantai saat weekend dan triple date. Keseruan liburan bersama pacar sudah mereka nantikan selama seminggu terakhir.
Setelah selesai makan siang akhirnya mereka mengajak pacarnya masing-masing untuk mencari penginapan. Tidak jauh dari pantai ada penginapan yang bagus bahkan murah. Mereka memesan dua kamar, satu kamar masing-masing berisi tiga orang.
Karena semakin gelap, akhirnya mereka bertiga memilih untuk beristirahat di villa itu. Kemal, Jefri dan Johan berinisiatif menyalakan api unggun. Kebetulan villa yang mereka tempati dipinggiran pantai.
Suasana saat itu dingin karena tiupan angin laut, sehingga mereka sengaja menyalakan api unggun untuk menghangatkan keadaan sekitar. Mereka duduk bersantai memutari api unggun. Baru saja duduk dan melihat suasana laut malam, Fania, Angel dan Lucy datang menghampiri para pasangannya.
Mereka juga ikut menikmati suasana malam di pantai. Ketiganya menyandarkan kepalanya pada masing-masing pacarnya.
"Bikin game yuk! biar seru! Daripada bengong gini doang," ajak Fania dengan semangatnya.
"Boleh juga tuh. Game apa ya enaknya," balas Angel.
"Gimana kalau game truth or dare? dengan putar botol? jadi botolnya diputar dan kalau berhenti ke arah orangnya, orang yang memutar botol bisa nanya ke orang yang ditunjuk oleh botolnya saat berhenti dan dia bebas memilih dijawab dengan jujur atau tidak," usul Lucy.
"Terus kalau dia nggak jujur harus dikasih hukuman apa?" tanya Fania.
"Suruh joget atau nyanyi aja," sahut Kemal.
Semua menyetujui permainan truth or dare. Jika tidak berani menjawab pertanyaan, maka dia harus berani disuruh berjoget atau menyanyi.
Putaran botol pertama dilakukan oleh Jefri. Ia memutar botolnya dan membuat semua orang deg-degan. Botol itupun berhenti berputar tepat didepan Johan.
Jefri punya kesempatan untuk bertanya langsung pada Johan. "Apa lo sudah mencium Fania,"
Semua orang bersorak menantikan jawaban Johan kecuali Fania. Karena Fania yang mengetahui kebenaran dari pertanyaan itu.
"Sudah" jawab Johan singkat dan kembali membuat semua orang bersorak.
Kali ini Johan berkesempatan memutar botolnya dan botol itu berhenti tepat menunjuk Fania.
"Ada berapa mantan pacar lo?"
Pertanyaan Johan membuat suasana menjadi hening. Kalau saja pertanyaan itu ditujukan pada Kemal dan Jefri, bisa-bisa mereka akan diputusin malam itu juga oleh Lucy dan Angel.
Karena mantan pacar mereka begitu banyak. Tapi tidak dengan Fania. Sebenarnya Johan ragu-ragu mau bertanya hal itu, tapi dia juga penasaran dan tidak enak jika bertanya langsung.
"Tidak ada," jawab Fania datar.
"Yaah nggak asik lo! jadi Johan beneran pacar lo yang pertama," tanya Kemal.
"Iyah gue nggak pernah pacaran kok. Johan pacar pertama gue," jawabnya dengan malu-malu.
Hal itu membuat Johan senang, karena mereka sama-sama baru pacaran. Berarti Johan dan Fania sama-sama merasakan cinta pertamanya.
Selanjutnya Fania memutar botol dan berhenti pada Angel. Fania dengan bingung mau bertanya apa pada sahabatnya itu.
"Buruan dong Fan! mau nanya apa lo?" kata Angel penasaran dan dari tadi menunggu pertanyaan Fania.
"Apa yang buat lo jatuh cinta sama Kemal?"
Angel langsung melirik pacarnya dan bingung harus menjawab apa. Sebenarnya Angel berpacaran dengan Kemal hanya karena taruhan dengan Lucy saat mereka nongkrong bersama.
Kalau angel bisa mendapatkan Kemal, maka ia akan menang taruhan. Jadi semuanya itu bermula dari keisengan antara Lucy dan Angel.
"Karena dia baik," jawab Angel singkat membuat Lucy tertawa terbahak-bahak.
"Nggak ada jawaban lain lo ya," ledek Lucy.
Kemal menjadi penasaran mengapa Lucy tertawa sebesar itu. Apa ada rahasia diantara hubungannya dengan Angel.
"Lo kenapa ketawa sih? ada yang lucu?" tanya Kemal sinis dan penasaran.