Tidak disangka, akibat sebuah wabah yang menggemparkan dunia, ujian nasional ditiadakan. Raisya tentu saja sangat senang dengan hal itu karena tidak perlu belajar capek-capek untuk UN. Hanya saja tidak terasa kesannya tamat SMA. Tidak ada kata perpisahan, tidak ada acara perpisahan, semua berakhir sebelum waktunya tanpa kenangan manis. Di tengah wabah corona yang melanda, pernikahan Raisya dan Alvi dilangsungkan. Bagi mereka yang bukan manusia biasa tentu saja tidak akan terkena virus tersebut. Tubuh mereka kebal. Pernikahannya di adakan dengan sangat mewah di dalam kerajaan. Banyak tamu yang berasal dari berbagai golongan datang dan memberikan selamat. Namun, diantara banyaknya tamu undangan Raisya paling benci dengan gadis bergaun bak putri dongeng. Bukan karena kecantikan gadis itu yang

