Part 15

914 Kata

Setelah menyatakan perasaanku kepada Alvi beberapa jam yang lalu. Laki-laki tampan itu selalu saja tersenyum lebar hingga aku takut ia sedang kerasukan setan. Aku sendiri berusaha menghindar dari Alvi karena gugup dan salah tingkah yang melandaku. Lagipula siapa yang tidak akan gugup dan salah tingkah jika di pandangi secara terus menerus dengan bibir yang selalu tersenyum? Huh, aku rasa tidak akan ada. Selalu berusaha menyibukkan diriku dengan buku pelajaranku. Sok-sok an membaca, padahal pikiranku hanya tertuju padanya yang masih menatapku dengan senyuman dari samping. Dia yang duduk di sampingku, sebab dia meminta ah tidak, maksudnya memerintahkan Dila untuk pindah ke bangkunya. Bayangkan jika kalian berada di posisiku, seorang laki-laki tampan menatap kalian dengan bertopang dagu dan t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN