Aku mengerang kesal menjadi cewek lemah karena Alvi. Ini bukan diriku sama sekali. Huh. Alvi! Tega sekali dia mengunciku di dalam kamar yang sunyi ini. Jika dia tidak mengunciku aku akan mencari keberadaannya dan memukulinya sekarang juga. Tidak peduli dia akan semakin marah atau tidak. Kutatap pergelengan tanganku yang memar dengan miris. Lihat lah, baru kali ini ia menyakiti fisikku. Dia menyakitiku karena terlalu cemburu. Padahal aku mencintainya. Perasaanku pada Athan hanya sekedar perasaan sayang dan bersalah. Perasaan sayang karena aku menganggap dia sebagai sahabatku sendiri dan bersalah karena aku tidak bisa menepati janji yang telah kami buat dulu. Entah sejak kapan aku mencintai Alvi, aku tidak tahu persis. Perasaan ini muncul dengan sendirinya. Hatiku sakit dan kecewa dengan p

