Jantung yang Kembali Berdetak

956 Kata

Mobil melaju ... Fatih yang cemas di kursi kendali terus fokus menyetir. Membelah jalanan kota yang ramai. “Ke sini, Khi. Belok. Nanti di depannya ada belokan lagi.” Ghazali memberi arahan dengan melihat lokasi di ponsel yang Joo kirimkan beberapa waktu lalu. “Apa maksud Joo? Kenapa dia terus mendekati Zee? Dan sekarang istri ana ada bersamanya.” Fatih bicara dengan kesal. “Sabar, Khi. Ana sudah pastikan Joo telah sembuh dari gangguan jin. Melihat sikap dia di pesantren yang serius dalam mengaji dan semua kegiatan, rasanya mustahil jika dia punya niat jahat.” “Tapi cinta sudah membuatnya gila,” lirih Fatih, sembari memutar setir mobil berbelok ke arah yang dikatakan orang di sampingnya. Ghazali diam, tidak ingin pembelaannya terhadap Joo disalahartikan oleh Fatih. Sesaat ia memandang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN