Rindu yang Menyiksa

961 Kata

Ruang kantor kosong. Memberanikan diri mengetuk rumah Ghazali yang terletak di samping kantor, beberapa waktu menunggu tidak ada jawaban. Zee terduduk dengan tangis yang tak mampu lagi ia tahan. "Kenapa Gus, kenapa sekarang? Di saat hati ini sedang sangat merindukanmu? Kenapa?" Perlahan ia langkahkan kaki, menaiki anak-anak tangga menuju balkon. Sampai di depan pintu gadis itu mengambil kunci di ventilasi pintu, tempat biasa benda itu disimpan. Membukanya perlahan, semua kenangan dengan Fatih terekam jelas diingatannya, bagaimana Fatih bersikap dingin, perhatian hingga mereka b******u mesra. Zee menyandarkan diri ke pintu yang telah ia tutup. Ini terlalu menyakitkan, mudah saat ia mengatakan dengan rela jika Fatih menikahi Syifa, tapi membayangkan suaminya b******u dengan wanita lain

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN