Paranoid

941 Kata

Rumah Syifa masih ramai dengan tamu, setelah perjuangan panjangnya ia akhirnya memutuskan menikah dengan pria yang mencintainya sejak dulu. Sepasang pengantin memasuki kamar, Syifa duduk di tepian ranjang dengan malu-malu. Keduanya menikmati obrolan mesra sebagai pembuka ibadah yang dinanti sejak lama, bersatunya raga dua insan dalam ikatan cinta yang suci karena pernikahan. "Ada perasaan bersalah yang mengganjal hati atas pernikahan ini Syifa." Pengantin pria menyentuh pipi sang wanita yang masih terpoles bedak, meski tanpa polesan apapun wajahnya tetaplah ayu. Mata Syifa terpejam, ada sedikit nyeri di ulu hati mendengar ucapan sang suami, seolah pernikahan ini adalah karma. Namun, hatinya menepis, bukankah jodoh tidak mungkin tertukar, ia bahkan dulu juga merasa dikhianati. Lalu sa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN