Ibu gadis itu mendesah, ada perasaan lega. Walaupun hatinya ragu dengan apa yang Zee katakan. “Jadi? Fatih yang beberapa bulan lalu itu suami anti?!” Santriwati paling dekat dengan Zee itu semakin penasaran, tidak percaya dengan apa yang ia dengar. Pertanyaan itu dijawab dengan anggukan pelan oleh gadis yang terbaring di hadapannya. "Baiklah. Emak tinggal dulu ya, lihat warung dan melengkapi keperluanmu, nanti Mbak Rahma akan gantian ke sini. Malam emak balik lagi." Ibu yang telah melahirkan Zee 18 tahun lalu itu menyambar tas jinjingnya di atas meja, lalu kembali mendekat ke ranjang. "Baik-baik. Makan bubur yang Mak bawa tadi. Kalau enggak ...." "Em. Emmak. Iya, Zee bukan anak kecil," ucap Zee manja. Dua santri yang melihatnya tersenyum geli, setelah bersalaman dengan ketiganya ibu Z

