Ini bukanlah hukuman hina karena ia bermaksiat, tapi hukuman buatan manusia yang mengharamkan apa yang Allah halalkan, menikahi gadis muda. Berapa banyak muda-mudi di luar sana yang bebas melakukan seks atas dasar suka sama suka, tapi tidak tersentuh hukum. Itulah yang memberinya kekuatan untuk tetap tegak memandang ke depan, bukan jatuh dan merasa dihinakan, lantaran satu hal yang membuat manusia itu mulya 'keterikatan dengan hukum Allah.' Di ruang tunggu pria berusia 26 tahun itu duduk, sambil menunggu ia luangkan membuak mushaf kecil yang menjadi kebiasaannya sejak dulu dibawa ke mana-mana. Bayangan Zee sudah memenuhi matanya, senyum beberapa kali menghiasi bibir merahnya yang tidak pernah tersentuh asap rokok. Lepas Ashar, Ghazali datang. "Dari mana, Khi? Kok bawa tas besar segala?"

