"Mimpiku seringkali aneh, dan semakin aneh saat dekat denganmu ... mimpi yang membuatku semakin menggila karena jatuh cinta padamu." *** Melihat suaminya kasak kusuk, Zee bertanya, "Ada apa, Gus?" "Ini ... aneh sekali." Fatih bergumam. Penasaran Zee mengambil teropong dari tangan Fatih untuk melihatnya sendiri. Matanya memicing, berusaha memastikan sesuatu. Gadis itu mencebik dan menggedikkan bahu. "Hem. Nggak ada apa-apa kok." "Nggak ada?" Fatih kembali mengambil teropong di tangan Zee, lalu mengarahkan ke tempat yang sama sebelumnya. Benar, sosok Joo telah hilang. "Cepat sekali dia pergi." "Siapa?" "Hah?" Fatih menoleh pada Zee. Dalam hatinya mengkhawatirkan gadis itu, karena sebelumnya Joo juga sempat mengejar Zee. "Ana juga tidak tahu." Fatih berbohong, takut Zee menjadi cemas

