"Zee semakin merasa bersalah karena berpikir buruk tentang suaminya, ia sungguh egois." *** Zee menenggelamkan kepalanya ke d**a kekar Fatih. Meluapkan semua kelegaan di hatinya. Meski enggan akhirnya Fatih memegang punggung Zee dengan dua tangannya. Fatih pun sama leganya melihat Zee baik-baik saja, berharap sebelum ini tidak ada yang Joo lakukan padanya. Sirene polisi terdengar, tapi tidak dihiraukan keduanya. "Anti tidak apa-apa?" Suara Fatih bergetar. "Hem." Zee mengangguk berkali-kali, ia semakin mengeratkan pelukannya. "Aku takut Gus." Air mata masih berlinang. Fatih diam, ia biarkan gadisnya memuaskan diri memeluknya. Keduanya terlena beberapa saat, hingga Syifa dan satpam melihat mereka. Hati Syifa semakin sakit, cinta itu sulit sekali hilangnya, tentu saja karena ia memup

