24. Refleksi Luka Pertama

1414 Kata

Mengemas hidup ke dalam kardus-kardus cokelat rasanya seperti upacara pemakaman. Sepi, berdebu, dan berbau seperti bagian belakang lemari tua. Tiga hari setelah wisuda, kamar kosku hampir kosong melompong. Dinding-dinding yang dulu tertutup foto Polaroid dan poster, sekarang telanjang. Cat putihnya terlihat kusam, memperlihatkan goresan-goresan yang selama bertahun-tahun tersembunyi di balik perabotanku. Kamar ini terlihat seperti tidak pernah ditinggali siapa pun. Aku duduk bersila di lantai, dikelilingi lima kardus besar berwarna cokelat. Kardus 1: Baju kerja untuk Surabaya. Baju-baju profesional untuk ngantor. Kardus 2: Buku dan buku sketsa yang sudah bertahun-tahun tidak kusentuh. Kardus 3: Sepatu. Termasuk sneakers putih merek Stride dari Dave, yang kutaruh di paling atas tumpukan.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN