38. Raphael Dibuang

2052 Kata

Ruang tamu rumah dinas Blok B-12 itu berubah menjadi ruang eksekusi. Udara di dalam ruangan pasti sesak. Dari sini pun aku bisa merasakan ketegangan yang mencekik. Hujan di luar sudah berhenti, menyisakan suara tetesan air dari talang atap yang terdengar seperti hitungan mundur bom waktu. Aku duduk di dalam mobil Alphard yang diparkir di depan pagar, kaca jendela kubiarkan turun sedikit. Cukup untuk mengintip, cukup untuk mendengar. Dari sini, aku menyaksikan bagaimana Gabriel menghancurkan hidup seseorang. Raphael—pria yang beberapa jam lalu begitu gagah dan dominan saat meniduriku di meja dapur—kini berlutut di lantai keramik putih. Kemeja kerja lapangan yang dipakainya kusut, kancingnya terbuka sebagian, memperlihatkan d**a bidang yang tadi kusentuh. Tapi aura maskulin itu sudah lenya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN